Breaking News
🔴 Breaking News: Selamat datang di Pemuda Nusantara News.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    Wapres Gibran Buka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, Ajak Generasi Muda Bersatu Hadapi Tantangan Global

    Wapres Gibran Buka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, Ajak Generasi Muda Bersatu Hadapi Tantangan Global

    Pemuda nusantaranews.site//Bali – Wakil Presiden Republik Indonesia mengajak generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Tanwir II Tahun 2026 yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali, Kamis (21/05/2026).

    Dalam forum yang dihadiri kader dan pengurus Pemuda Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Wapres menekankan pentingnya peran anak muda dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di tengah dinamika global yang terus berkembang dan penuh ketidakpastian.

    Menurut Wapres, tantangan dunia saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, transformasi digital, perubahan iklim, hingga persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif generasi muda untuk bersama-sama mencari solusi dan memperkuat daya saing bangsa.

    “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Wapres dalam sambutannya.

    Kegiatan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan nasional. Forum tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan potensi daerah sebagai langkah menuju Indonesia maju.


    Dalam kesempatan itu, Wapres menyoroti posisi strategis Indonesia yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki era bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi kekuatan besar bagi bangsa apabila dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.

    Sebaliknya, apabila bonus demografi tidak dipersiapkan secara matang, maka berpotensi menjadi tantangan sosial baru seperti meningkatnya pengangguran dan kesenjangan ekonomi. Oleh sebab itu, Wapres mengajak organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah, untuk mengambil peran strategis dalam mencetak generasi muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

    Selain membahas isu nasional dan global, Wapres juga mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk kawasan Papua dan daerah terpencil lainnya. Menurutnya, pemerataan pembangunan tidak akan berhasil tanpa dukungan generasi muda yang mampu hadir langsung di tengah masyarakat.

    Wapres menilai keterlibatan pemuda dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta transformasi digital di daerah terpencil menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan dan pemerataan kesejahteraan nasional.

    “Anak-anak muda harus hadir menjadi bagian dari solusi. Kita ingin pembangunan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga dirasakan masyarakat di daerah 3T,” katanya.

    Sementara itu, kegiatan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah juga menjadi forum konsolidasi organisasi dalam merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan zaman, termasuk penguatan peran pemuda dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan teknologi.

    Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi yang konstruktif untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus memperkuat kontribusi organisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan bangsa.

    Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan yang diusung dalam kegiatan tersebut, pemerintah berharap generasi muda Indonesia dapat menjadi motor penggerak perubahan, menjaga nilai persatuan, serta mampu membawa Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing di tingkat global.

    Sumber: BPMI Setwapres.

    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال