Breaking News
🔴 Breaking News: Selamat datang di Pemuda Nusantara News.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    Kepala SPPG Morotai Utara Tegaskan Tidak Ada Penyelewengan dalam Distribusi MBG

    Pemuda nusantara news..site//Morotai Utara, Minggu, 7 Juni 2026 – Di tengah beredarnya berbagai informasi dan spekulasi terkait dugaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak tersalurkan kepada penerima manfaat, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara guna memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan berimbang.

    Pemberitaan yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan masyarakat tersebut berawal dari unggahan yang memperlihatkan sejumlah ompreng makanan berada di rumah salah satu petugas distribusi. Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai asumsi dan pertanyaan publik mengenai proses penyaluran makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

    Sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik dan untuk menghindari kesimpulan sepihak, awak media menemui langsung Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, guna meminta penjelasan terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

    Dalam keterangannya, Hasanudin menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu dipahami secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. Ia membantah adanya dugaan pengurangan jatah penerima manfaat maupun penyelewengan dalam pendistribusian makanan MBG.

    Menurutnya, makanan yang terlihat berada di rumah salah satu petugas distribusi bukanlah makanan yang seharusnya diterima oleh penerima manfaat namun tidak disalurkan. Makanan tersebut merupakan kelebihan porsi yang masih layak konsumsi setelah seluruh penerima manfaat yang terdaftar mendapatkan haknya.

    "Perlu kami tegaskan bahwa seluruh makanan yang menjadi hak penerima manfaat telah didistribusikan sesuai dengan daftar sasaran yang telah ditetapkan. Tidak ada pengurangan jatah maupun makanan yang sengaja tidak disalurkan. Makanan yang terlihat dalam dokumentasi tersebut merupakan kelebihan porsi setelah seluruh proses distribusi selesai dilakukan," ujar Hasanudin.

    Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pihak penyelenggara harus menyiapkan jumlah makanan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan. Mulai dari peserta yang berhalangan hadir karena sakit, kegiatan sekolah yang berubah, hingga faktor teknis lainnya yang menyebabkan sebagian makanan tidak tersalurkan kepada penerima yang telah terdata pada hari tersebut.

    Karena itu, kata Hasanudin, terkadang terdapat sejumlah makanan yang tersisa meskipun seluruh proses distribusi telah selesai dilaksanakan sesuai prosedur.

    "Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan makanan yang telah diproduksi dengan standar kualitas yang baik tidak terbuang sia-sia. Oleh karena itu, apabila terdapat kelebihan porsi setelah seluruh penerima manfaat terlayani, makanan tersebut dapat dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat sekitar sesuai mekanisme yang berlaku," jelasnya.

    Hasanudin juga menepis tudingan yang menyebut adanya petugas yang secara rutin membawa pulang puluhan ompreng untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, seluruh proses mulai dari produksi, pengemasan hingga distribusi makanan MBG dilakukan melalui sistem pencatatan dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    "Kami memastikan pelaksanaan Program MBG di SPPG Kenari Morotai Utara berjalan sesuai prosedur. Setiap distribusi dilakukan berdasarkan data penerima manfaat dan berada dalam pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

    Lebih lanjut, Hasanudin mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai pengawasan publik merupakan bagian penting dalam memastikan program pemerintah berjalan secara transparan dan tepat sasaran.

    Meski demikian, ia berharap masyarakat dapat mengedepankan prinsip verifikasi informasi sebelum menyimpulkan suatu persoalan yang berkembang di ruang publik.

    "Kami sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat. Pengawasan publik merupakan hal yang positif. Namun kami berharap setiap informasi yang beredar dapat terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, dan berimbang," katanya.

    Program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan melalui SPPG Kenari Morotai Utara saat ini melayani ribuan penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

    Melalui klarifikasi ini, pihak SPPG berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sebenarnya serta melihat persoalan secara objektif berdasarkan fakta dan data yang tersedia. Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya penyampaian informasi yang berimbang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap program-program pelayanan masyarakat.

    Dengan mengedepankan transparansi, keterbukaan, dan komunikasi yang baik antara masyarakat, media, dan penyelenggara program, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Morotai Utara.

    Sumber:tim
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال